Diketahuientalpi pembakaran karbon (grafit) =-393,5 kJ mol^(-1). Banyaknya karbon yang harus dibakar untuk menaikkan suhu 1 liter air dari 25 C menjadi 100 C adalah (Ar C=12 dan kalor jenis air = 4,2 J g^(-1)/C^(-1)) Persamaan Termokimia; Termokimia; Kimia Fisik dan Analisis; Kimia Vay Nhanh Fast Money. PertanyaanDiketahui entalpi pembakaran karbon grafit = − 393 , 5 kJ mol − 1 . Banyaknya karbon yang harus dibakar untuk menaikkan suhu 1 liter air dari 2 5 ∘ C menjadi 10 0 ∘ C adalah .... A r ​ C = 12 dan kalor jenis air Diketahui entalpi pembakaran karbon grafit . Banyaknya karbon yang harus dibakar untuk menaikkan suhu 1 liter air dari menjadi adalah .... dan kalor jenis air 0,8 gram 0,96 gram 1,25 gram 9,6 gram 15 gram ISI. SolichahMaster TeacherJawabanjawaban yang tepat adalah yang tepat adalah massa air apabila . V = 1 L = 1000 mL Kalor untuk menaikkan suhu 1 liter airdari menjadi Dari soal diketahui, pada pembakaran 1 mol karbon, dihasilkan kalor sebanyak 393,5 kJ. Maka menghitung massa karbon grafit Jadi, jawaban yang tepat adalah massa air apabila . V = 1 L = 1000 mL Kalor untuk menaikkan suhu 1 liter air dari menjadi Dari soal diketahui, pada pembakaran 1 mol karbon, dihasilkan kalor sebanyak 393,5 kJ. Maka menghitung massa karbon grafit Jadi, jawaban yang tepat adalah D. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!1rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal! di 1141 PM Bunyi Hukum Hess Termokimia, Teladan Soal, Rumus, Praktikum, Entalpi, Kimia – Entalpi yaitu satu fungsi keadaan, yang hanya tersangkut sreg keadaan semula dan intiha bermula pereaksi dan hasil reaksi tanpa memperhatikan jalannya perubahan zat pereaksi menjadi hasil reaksi. [1] Pada perhitungan entalpi yang telah dilakukan sebelumnya, entalpi dapat ditentukan dengan menghitung kalor reaksi pada impitan ki ajek. Akan sekadar tidak semua reaksi dapat diketahui kalor reaksinya secara bertepatan. Pada tahun 1840, ahli Kimia Jerman, Gerrmain Henry Hess, menyihir persamaan termokimia untuk menghitung ΔH privat sebuah hukum yang disebut hukum Hess atau syariat penjumlahan kalor. Ia menyatakan bahwa [2] “Jika suatu reaksi berlangsung privat dua tahap reaksi atau lebih, maka transisi entalpi bagi reaksi tersebut sebagaimana besaran perubahan entalpi berpunca semua tahapan”. Hukum Hess pula berbunyi “Entalpi reaksi lain terampai sreg jalan reaksi melainkan tergantung pada hasil akhir reaksi”. Bermula Hukum Hess tersebut, perubahan entalpi suatu reaksi mungkin bakal dihitung dari perubahan entalpi reaksi lain yang nilainya sudah diketahui. Keadaan ini dilakukan supaya tidak usah dilakukan eksperimen setiap ketika. Hukum Hess dapat digambarkan secara skematis perumpamaan berikut. [3] Diketahui grafik Hess reaksi A→ C Rang 1. Diagram Hess. Perubahan A menjadi C bisa berlantas 2 tahap. Tahap I secara Iangsung A→ C→H1 Tahap II secara tak sewaktu Berdasarkan Syariat Hess maka hargaH1 = H2 + H3 A → B H2 B → C H3 A → C H2 + H3 Banyak reaksi dapat berlangsung menurut dua atau makin tahapan. Contoh [4] Reaksi karbonium dan oksigen kerjakan membuatCO2 dapat berlangsung kerumahtanggaan satu tahap mandu serentak dan boleh pun dua tahapkaidah tidak serta merta. 1 Satu tahap Cs + O2g → CO2g H = –394 kJ 2 Dua tahap Cs + ½ O2g → COg H = –110 kJ COg + O2g → CO2g H = –284 kJ Cs + O2g → CO2g H = –394 kJ Syariat Hess bisa dinyatakan kerumahtanggaan tulangtulangan diagram siklus maupun tabulasi tingkat energi. Tabulasi siklus bikin reaksi pembakaran karbon pada transendental di atas adalah bak berikut Buram 2. Grafik siklus reaksi pembakaran karbon. Berpokok siklus reaksi di atas, pembakaran zat arang boleh melewati dua lintasan, yaitu pelintasan-1 yang serentak menciptakan menjadikanCO2, sedangkan lintasan-2, mula-mula membentuk CO, kemudianCO2. Jadi,H1 = H2 + H3 Diagram tingkat energi Gambar 3. Diagram tingkat energi reaksi karbon dengan oksigen membentukC O2 menurut dua lintasan. Hukum Hess ini dapat digunakan kerjakan menentukan panas api reaksi yang tak dapat diketahui secara sinkron. Perhatikan contoh berikut ini. [2] Komplet [5] ½ N2g + O2g → NO2g ΔH1 = x kJ = + 33,85 kJ/mol 1 tahap ½ N2g + ½ O2g → NOg ΔH2 = y kJ = + 90,37 kJ/mol + 2 tahap NOg + ½ O2g → NO2g ΔH3 = z kJ = – 56,52 kJ/mol ½ N2g + O2g → NO2g ΔH1 = ΔH2+ ΔH3 x = y + z Menurut Syariat Hess Δ H1 = Δ H2+ Δ H3 atau x = y + z Gambar 4. Perubahan dariUfuk2 g danO2 g menjadi NOg disertai dengan perlintasan entalpi Δ H1 sebesar +33,85 kJ/mol, meskipun reaksi ditetapkan kerumahtanggaan suatu tahap atau dua tahap,Δ H1 = Δ H2+ Δ H3. Contoh Soal [1] Tentukan entalpi pembakaran arang menjadi gas zat arang dioksida dan uap air. Jawaban Reaksi pembakaran arang dapat dituliskan sebagai berikut. Cs +O2g→ COg Tidak semua perubahan entalpi boleh ditentukan melalui percobaan. Misalnya, reaksi pembakaran karbon grafit menjadi karbon monoksida. Perubahan entalpi reaksi pembakaran karbonium menjadi CO murni sulit dilakukan karena CO mudah terbakar. Jika kita mereaksikan karbonium dengan oksigen plus, CO akan taajul terbakar menjadi CO2. Sedangkan pada jumlah oksigen terbatas akan terbentuk sintesis CO dan COzon2. Walaupun demikian, pertukaran entalpi pembentukan CO dapat ditentukan dari pertukaran entalpi reaksi yang mudah terjadi. Reaksi nan bertambah mudah terjadi adalah reaksi pembakaran karbon menjadi karbon dioksida dan pembakaran karbon monoksida menjadi karbon dioksida. [6] Reaksi tersebut belum diketahui biji entalpinya. Harga entalpi dari reaksi pembakaran arang bisa ditentukan dengan urut-urutan memakai reaksi yang sudah diketahui harga entalpinya. Telah diketahui entalpi pembentukan COzon2 = –393,5 kJmol–1 dan entalpi pembakaran CO = –283 kJmol–1. Dengan dua data entalpi tersebut, maka beralaskan hukum Hess entalpi pembakaran karbonium menjadi karbon monoksida boleh dihitung umpama berikut. Pertepatan termokimia pembentukan zat arang dioksida CO2 1 Cs +O2g→CO2g = -393,5 kJ/mol Kemiripan termokimia pembakaran karbon monoksida CO 2 COg + 1/2O2g→COzon2g AH = -283 kJ/mol Untuk memperoleh persamaan reaksi pembakaran zat arang menjadi karbonium monoksida, maka reaksi 2 dibalik kemudian ditambahkan dengan reaksi 6. Cs + O2g → CO2g H = – 393,5 kJ CO2g → COg + ½ O2 H = + 283 kJ Cs + O2 g + CO2 g → CO2 g + COg + ½ O2g H = – 110,5 kJ Pembuangan dua zat yang proporsional pada kedua sisi akan menghasilkan kemiripan reaksi Cs +½ O2 g → COg H = -110,5kJ Berasal penjumlahan dua tahap reaksi tersebut, perubahan entalpi pembakaran karbon menjadi karbon monoksida bisa ditentukan dengan mudah, yaitu dengan menjumlahkan perubahan entalpi kedua tahap reaksi nan terjadi. Penentuan perlintasan entalpi dengan cara ini ditemukan oleh seorang ahli kimia Rusia, Hess 1840. Melalui serangkaian percobaan yang dilakukannya, Hess menyimpulkan bahwa pertukaran entalpi sahaja gelimbir pada keadaan awal dan hal akhir reaksi dan tidak mengelepai pada jalannya reaksi. Jadi, jika suatu reaksi kimia berlantas melangkaui beberapa tahap reaksi, maka transisi entalpi ditentukan dengan menjumlahkan perubahan entalpi setiap tahap. Pernyataan Hess ini dikenal ibarat syariat Hess alias disebut kembali Hukum Penghitungan Kalor. Penerapan hukum Hess memudahkan dalam menentukan perubahan entalpi reaksi yang selit belit ditentukan secara percobaan. Pertepatan termokimia disusun sedemikian rupa sehingga hasil penjumlahannya merupakan reaksi yang akan ditentukan perubahan entalpinya. Seringkali, beberapa pertepatan harus dikalikan dengan koefisien yang semupakat untuk memperoleh persamaan termokimia yang dibutuhkan. [6] Pendirian prediksi itu sesuai dengan hukum Hess nan menyatakan bahwa entalpi reaksi yang diserap atau yang dilepas oleh suatu reaksi tidak tergantung sreg jalannya reaksi. Sejumlah mandu perhitungan persamaan termokimia menurut syariat Hess yang harus diperhatikan adalah a. Jika suatu paralelisme reaksi harus dibalik, maka ubah label H. Contoh, Reaksi H2g + O2g → H2O2l H = –187,8 kJ Dibalik H2O2l → H2g + O2g H = +187,8 kJ b. Kalau pada penjumlahan reaksi ada zat nan unjuk di kedua ruas persamaan dengan fase zat sebanding, maka zat tersebut boleh dihilangkan. Contoh H2g + ½ O2g → H2Og H = +241,80 kJ H2Ol → H2g + ½ O2g H = –285,85 kJ H2Ol → H2Og H = –44,05 kJ PerhitunganHreaksi juga boleh dilakukan dengan cara menggunakan data dasar kalor reaksi pembentukan kriteria Hf°. Hangat api pembentukan standar merupakan hangat api pembentukan sintesis dari unsur-unsurnya. Perhatikan persamaan reaksi kesetimbangan umum berikut. aA + bB→ cC + dD Hreaksi = c × C + d × D – a × A + b × B = H°f produk – H°f reaktan Jadi, secara umumHreaksi boleh ditentukan dengan rumus Hreaksi = H°f barang – H°f reaktan Keterangan H°f produk merupakan total entalpi pembentukan standar dari zat-zat komoditas. H°f reaktan yakni jumlah entalpi pembentukan standar dari zat-zat reaktan. Harga Hof bilang zat disajikan internal Tabel 1. Diagram 1. Harga Hof kerjakan sejumlah zat. Zat Hof kJ mol-1 Zat Hof kJ mol-1 Zat Hof kJ mol-1 Al2O3s –1669,79 CH3OHg –200,67 I2s 0 BaCO3s –1218,8 CH3OHl –238,66 KCls –435,89 B2H6g 31,4 C2H5OHl –277,65 MgCl2s –641,83 B2O3s –1263,6 CaCO3s –1207,1 MgOs –601,83 Brg 111,75 CaOs –635,5 MnO2s –519,7 Br2g 30,71 CaOH2 s –986,6 Ng 472,71 2Br l 0 CuOs –155,2 N2g 0 BrClg 14,7 Cu2Os –166,69 NH3g –46,19 Cg 718,39 Fe2O3s –822,16 NH4Cls –315,38 Cdiamond 1,88 Fe3O4s –1117,13 NOg 90,37 Cgrafit 0 Hg 217,94 N2Og 81,55 CCl4g –106,7 H2g 0 NO2g 33,85 COg –110,54 HBrg –36,23 N2O4g 9,67 CO2g –393,5 HClg –92,30 NOClg 52,59 CH4g –74,85 HFg –268,61 NaCls –410,99 CH2Cl2g –82,0 HIg 25,94 Ozong 247,53 C2H2g 226,73 H2Og –241,84 O2g 0 C2H4g 52,30 H2Ol –285,85 O3g 142,3 C2H6g –84,68 H2Sg –20,17 PCl3g –306,4 C3H8g –103,85 HCHOg –115,9 PCl5g –398,9 CaSO4s –1432,7 Heg 0 S8s 0 Clg 121,38 Hgg 60,84 SO2g –296,90 Cl2g 0 Hgl 0 SO3g –395,2 C6H6g 82,93 Ig 106,61 SO2Cl2l –389 C6H6l 49,04 I2g 62,26 ZnOs –347,98 Sendang General Chemistry Hill J. W, Petrucci R. H, Mc Creary T. W, dan Perry S. S Contoh Soal Tentukan kredit Hreaksi bakal reaksi penguraian SO3 sesuai pertepatan reaksi berikut. SO3g → SO2g + ½ O2g Penuntasan Berpangkal tabel diketahui H°f SO3 = –395,2 kJ mol-1, H°f SO2 = –296,9 kJ mol-1 Hreaksi = H°f barang – H°f reaktan = {1× –296,9 kJ mol-1 + ½ × 0} – {1 × –395,2 kJ mol-1} = –296,6 kJ mol-1 + 395,2 kJ mol-1 = +98,6 kJ mol-1 Jadi, penguraian SO3 sebesar +98,6 kJ mol-1. Kamil Soal [1] Karbon membentuk dua jenis grafit dan intan. Entalpi pembakaran grafit merupakan –3939,5 kJ sementara itu intan –395,4 kJ. Cgrafit +O2g → CO2g H = kJ Cintan +O2g → COzon2g H = kJ Hitunglah H lakukan merubah plumbago menjadi intan. Perampungan Yang kita inginkan adalah H untuk reaksi Cgrafit → Cintan Cplumbago +Ozon2g → CO2g H = kJ COzon2g → Cintan +Udara murni2g H = + kJ Cgrafit → Cintan H = + kJ Dengan menggunakan hukum kekekalan energi, kita kembali dapat menggunakannya privat bentuk diagram energi suatu reaksi. Contoh pembakaran metana untuk menghasilkan tabunH2Udara murni dan kemudian pengembunan gasH2O kerjakan keadaan padat. Privat grafik energi tertumbuk pandangan sebagaimana tampak sreg Kerangka 5. Tulangtulangan 5. Diagram perubahan entalpi reaksi pembakaran metana. Sehingga, bagi mengetahui entalpi reaksi CH4g + O2g → CO2g + 2H2Ol Nilainya akan sepertiH1 = H2 + H3 untuk mengerti entalpi reaksi CH4g + O2g → CO2g + 2 H2Og Nilainya akan sama denganH2 = H1 – H3 cak bagi mengerti entalpi reaksi 2 H2Og → 2 H2Ol Nilainya akan seperti mana H3 = H1 – H2 Konseptual Pertanyaan [3] Diketahui diagram siklus Hess Tentukan entalpi standar pembentukan gasCO2! Perampungan Menurut Syariat Hess H1 = H2 + H3 = –222 + –566 kJ = –788 kJ makaHf° asapCO2 = – 788/2 = –394 kJmol–1 Contoh Soal [3] Diketahui diagram tingkat energi sebagai berikut . Tentukan entalpi barometer pembentukan gasCO2! Jawaban Menurut Hukum Hess H1 = H2 + H3 = –222 + –566 kJ = –788 kJ makaHf° asapCO2 = – 788/2 = –394 kJmol–1 HargaH reaksi dapat dihitung dengan menunggangi data perlintasan entalpi standar pembentukan standar Hf° Rumus Hreaksi = Hproduk – Hreaktan Contoh cak bertanya [3] Diketahui Hf° CH4 = –79,3 kJ Hf° CO2 = –393,52 kJ Hf° H2O = –296,0 kJ Tentukan Hc° gas CH4! Jawaban Reaksi yang diminta CH4g + 2 O2g → CO2g + 2 H2O Hreaksi = Hf° CO2 + 2 H2O – Hf°CH4 + 2 O2= –393,52 + 2–286 – –79,3 kJ = –965,52 + 79,3 kJ = –886,22 kJ Praktikum Penentuan Perubahan Entalpi berdasarkan Syariat Hess [7] Lega percobaan ini akan diamatiH reaksi antara NaOH padat dan enceran HCl 0,5 M dengan dua cara. Cara 1 NaOH padat dilarutkan terlampau dalam air lebih lanjut larutan NaOH tersebut direaksikan dengan enceran HCl. Kaidah 2 NaOH padat langsung dilarutkan internal HCl. Persiapan kerja Mandu 1 • Imbang 2 gram NaOH, simpan dalam wadah terlayang. Siapkan 50 mL air, ukur suhunya. Masukkan NaOH tersebut ke dalam air, aduk dan tulis temperatur maksimumnya. HitungH reaksi pelarutan NaOH H1. • Siapkan 50 mL HCl 1 M, ukur suhunya. • Ukur suhu 50 mL larutan NaOH yang dibuat sebelumnya. • Reaksikan enceran NaOH tersebut dengan hancuran HCl, catat suhu maksimumnya. HitungH reaksinya H2. Cara 2 • Imbang 2 gram NaOH, simpan dalam wadah tertutup. • Siapkan 100 mL larutan HCl 0,5 M, ukur suhunya. • Reaksikan NaOH padat dengan HCl, catat guru maksi– mumnya. HitungH reaksinya H3. Pertanyaan 1. HitungH1,H2, danH3 buat tiap mol NaOH! 2. Tulis persamaan reaksi termokimia pada a. pelarutan NaOH padat menjadi larutan NaOHaq, b. reaksi netralisasi NaOHaq dengan HClaq, c. reaksi netralisasi NaOHs dengan HClaq. 3. Bakal diagram reaksi pada percobaan di atas! 4. Menurut Hukum HessH1 +H2 =H3 Apakah data percobaanmu sama dengan Hukum Hess? Kalau tidak, sebutkan beberapa faktor penyebabnya! Dari percobaan di atas engkau akan mendapatkanH1 = H2 + H3. Sira sekarang sudah mengetahui Hukum Hess. Terima kasih dia sudah berkunjung ke Persuratan Cyber. Referensi [1] Fauziah, N. 2009. Kimia 2 SMA dan MA Papan bawah XI IPA. Kancing Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 188. [2] Partana, C. F. dan A. Wiyarsi. 2009. Mari Berlatih Kimia 2 Untuk SMAXI IPA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290. [3] Harnanto, A dan Ruminten. 2009. Ilmu pisah 2 Untuk SMA/MA Kelas XI. Sentral Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 294. [4] Permana, I. 2009. Memahami Kimia 2 SMA/MA Untuk Papan bawah XI, Semester 1 dan 2 Program Ilmu Pengetahuan Duaja. Kunci Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 194. [5] Utami, B. A. Nugroho C. Saputro, L. Mahardiani, S. Yamtinah, dan B. Mulyani. 2009. Kimia 2 Bagi SMA/MA Kelas XI, Acara Ilmu Bendera. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 274. [6] Suwardi, Soebiyanto, dan T. E. Widiasih. 2009. Panduan Pembelajaran Kimia Kerjakan SMA/MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 218. [7] Kalsum, S. P. K. Devi, Masmiami, dan H. Syahrul. 2009. Kimia 2 Kelas XI SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Kebangsaan, Jakarta, p. 296. Tags Kimia Related Bunyi Hukum Hess Termokimia, Kamil Soal, Rumus, Praktikum, Entalpi, Kimia Fisik dan Analisis Kelas 11 SMATermokimiaPersamaan TermokimiaDiketahui entalpi pembakaran karbon grafit =-393,5 kJ mol^-1. Banyaknya karbon yang harus dibakar untuk menaikkan suhu 1 liter air dari 25 C menjadi 100 C adalah ...Ar C=12 dan kalor jenis air = 4,2 J g^-1/C^-1Persamaan TermokimiaTermokimiaKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0155Kalor pembentukan NH4Cls pada keadaan standar adalah -3...0141Reaksi pembentukan MgSO4 membebaskan energi sebesar merupakan alkana rantai pendek yang terdapat dala...Teks videoHalo friends, diketahui entalpi pembakaran karbon atau grafit adalah negatif 393,5 kilo joule per mol banyaknya karbon yang harus dibakar untuk menaikkan suhu 1 liter air dari 25 derajat Celcius menjadi 100 derajat celcius adalah jadi pertama-tama disini kita masukkan informasi yang sudah diketahui nilai delta h nya adalah negatif 363,5 kilo joule per mol H untuk masak airnya adalah 1 liter maka kita konversi menjadi 1 Kg Yang juga dapat dikonversi menjadi 1000 gram lalu atom relatif dari karbon adalah 12 gram per molekul sekarang juga diketahui kalor jenis air adalah 4,2 Joule per gram derajat Celcius dan nilai Delta t nya 100 dikurang 25 derajat Celcius maka kita peroleh dari kata tanya adalah 75 derajat Celcius kita masukkan ke rumus kalor Di mana q = mc2 kita masukkan semuanya Q = 1000 gram dikali dengan 4,2 Joule per gram derajat celcius jika dengan 75 derajat Celcius drum dan derajat Celcius Nya maka kita peroleh nilai Q nya adalah 315000 Joule atau kita Tuliskan sebagai 315 kilo joule Nah sekarang kita masukkan ke rumus entalpi nilai delta H = Q dibagi dengan n perlu diketahui adalah nilai Q = negatif mengapa demikian karena diketahui entalpi pembakaran nilai negatif berarti ini kalor yang diperlukan untuk membakar juga kan maka dari itu posisinya harus sama apabila delta H negatif maka nilainya juga harus negatif maka dari itu nanti delta H = negatif sekarang untuk sekarang kita dapat menentukan jumlah bola terlebih dahulu di mana kita balik rumusnya Kita pindah ruas kan n = q dibagi delta H maka dari itu n = negatif 315 kilo joule kita bagi dengan negatif 363,5 kilo joule per mol maka dari itu jumlah mol adalah 0,8 mol lalu apabila kita sudah mengetahui Mulya kita dapat menentukan massa nya dimana rumus massa adalah kali massa molekul relatif karena pada soal ini hanyalah satu unsur maka N dikali atom relatif Nama saya adalah 0,80 dikali dengan 12 gram per molekul yang nomornya maka kita massanya adalah 9,6 gram dengan demikian banyaknya karbon yang harus dibakar untuk menaikkan suhu 1 liter air dari 25 derajat Celcius menjadi 100 derajat celcius adalah D atau 9,6 gram. Terima kasih sampai jumpa di tahun berikutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul Entalpi pembakaran 1 gram H2 = -285,85 × 1/2 = -142,925 kJentalpi pembakaran 1 gram C = -393,5 × 1/12 = -32,791 kJentalpi pembentukan 1 gram CH2 = -8904 × 1/14 = -636 kJentalpi pembentukan 1 gram C2H4 = -1411 × 1/28 = 50,39 kJentalpi pembentukan C2H5OH = -1366,85 × 1/46 = 29,71 kJmaka, yang menghasilkan kalor paling banyak adalah pembakaran 1 gram CH2

diketahui entalpi pembakaran karbon grafit